logo

A Story from Intarini S. The Interns 2017
 

“To some it may just be another amazing party weekend, but to others it's life changing.”

Di Indonesia, rave party atau music festival masih identik dengan stigma negatif yang sulit diatasi. Padahal, sekalinya lo punya kesempatan untuk bisa dateng ke sana, lo akan merasakan kalau rave itu bukan sekedar party biasa, but it’s a life changing experience. Gue pribadi bukanlah a huge raver, tapi gue suka dateng ke beberapa music festival untuk melepas penatnya drama kehidupan di umur segini. Pengalaman rave pertama yang gue datengin adalah salah satu festival musik di Jakarta. Festival itu merupakan music festival tahunan yang terbesar di Asia yang digarap oleh event organizer lokal juga. Bukan cuma lineup nya yang gokil dan seru banget, tapi juga dekorasi dari live stage-nya yang akan ngebuat seluruh pengunjungnya blow their mind!

 

 

Beralih ke music festival yang mendunia: Coachella. Sebenarnya nama official nya adalah The Coachella Valley Music and Arts Festival, karena bukan cuma beberapa famous artist dan band yang ada disana, tetapi juga berbagai amazing art installations yang keren banget. Menurut gue, beberapa point utama yang membedakan event musik di Indonesia dan worldclass event seperti Coachella yaitu; venue, harga tiket, dan activity. Coachella sendiri dilangsungkan di sebuah desert yang terletak di Colorado,, California. Tentunya tempat yang memadai membuat Coachella menjadi event yang jauh lebih massive dibandingkan beberapa festival lokal yang sering digelar di Jiexpo Kemayoran, Jakarta. Sejauh ini hambatan terbesar music festival di Jakarta yaitu venue yang kurang memadai. Karena dilaksanakan selama dua minggu dan di tempat yang sebesar itu, Coachella memiliki banyak event activity yang seru, mulai dari Victoria’s secret angel escape; semacam perahu kecil untuk pengunjung mengelilingi danau disekitar, sampai dengan camping ground yang seru banget.

 

 

Experience yang didapat saat lo dateng ke music festival itu nggak bisa diungkapin dengan kata-kata. Nggak bisa sekedar lo baca artikel, lihat insta story orang, atau nonton after movie nya di YouTube. Lo harus datang ke sana, melihat, dan merasakan langsung apa yang dari tadi berusaha gue gambarkan. Menurut gue, music festival ideal itu yang punya line up bagus, live stage yang magnificent, dan event activity yang ngebuat pengunjung ga cuma dateng untuk nonton artis favorit-nya aja, tetapi juga dapet pengalaman lain yang ga akan bisa terlupakan. Idealnya lagi, di suatu acara music festival yang sangat massive dan ngebuat lo jadi lelah, ada tempat istirahat yang nyaman dan mudah diakses para pengunjung.

Last but not least, ketika lo dateng ke music festival jangan hanya dateng untuk nonton dari satu panggung ke panggung lainnya, atau jangan cuma menghabiskan waktu lo di main stage aja. Music festival is a journey that is not to be taken for granted, jadi lebih baik lo eksplor semua activity yang sudah disediakan dari acara tersebut. Kalau gue sih suka banget sama event activity engagement yang kreatif dan seru, seperti food stands, super chill tent, silent disco, drink lounge, sampai dengan nonton pertunjukan kembang apinya. Semua activity yang disediakan kalau bisa dicoba satu-satu, untuk memaksimalkan pengalaman yang akan lo dapetin disana.

 

 

Gimana? Tertarik untuk dateng ke music festival tahun ini? Kalau lo tertarik, gue punya referensi music festival yang cocok banget nih, go check their instagram profile: @shvr_id dan update terus info seputar SHVR Ground Festival ’18 ya!

Don’t let a negative stereotype keep you from an amazing experience!

SHARE THIS AWESOMENESS!!